aku

Showing posts with label saya. Show all posts
Showing posts with label saya. Show all posts

31 March 2015

Lee Kuan Yew, dalam catatan Nengpaul (Part. 1)

After Chinese Premier Zhou Enlai snidely described him as “like a banana—yellow of skin, but white underneath,” he soon dropped the Anglicized “Harry” and become, simply, Lee Kuan Yew. (The Wall Street Journal, 27 Maret 2015)


Siang itu, Minggu 29 Maret 2015, pada saat tanah air sedang berduka atas berpulangnya salah satu komedian terbaik Indonesia, Olga Syahputra, langit negara tetangga pun sedang menunjukan rundungan dukanya yang mendalam. Turun hujan cukup deras mengiringi upacara pemakaman Bapak Bangsa Singapura, Lee Kuan Yew, yang meninggal dunia dalam usia 91 tahun.

Bagi saya, begitu banyak catatan yang perlu diingat dari Lee Kuan Yew, pendiri negara kecil yang dulu dikenal dengan sebutan Temasek di sebrang Pulau Batam itu. He preached ‘Asian values’ and turned a tiny, poor city-state into an astonishing economic success. Ia menyulap negri yang miskin akan sumber daya alam itu menjadi barometer kesejahteraan bagi negara-negara di sekitarnya. Singapura, yang letaknya berada di wilayah asia tenggara, tapi punya tingkat kesejahteraan hidup yang setara dengan negara-negara dunia pertama. 

Meski tak punya "sumur", Singapura menawarkan fasilitas kilang minyak yang mumpuni. Kilang-kilang mereka mampu menghasilkan satu juta barel minyak per hari. Negara yang luasnya hanya setengah dari Kota Jakarta ini bahkan memfasilitasi "surga belanja" bagi kalangan kaya dari luar  negeri sebagai penambah pundi-pundi kas negaranya. Lee membuka lebar-lebar pintu investasi bagi banyak negara untuk bekerja sama dengan Singapura di bidang ekonomi. Kalau soal kebersihan dan penegakkan di bidang hukum? jangan ditanya. Lee Kuan Yew mendesain Singapura menjadi negara yang tak ramah pada koruptor. Beliau sengaja memberikan gaji tinggi bagi pegawai pemerintah sebagai langkah preventif agar tak ada lagi yang korupsi. Barangkali cara ini juga yang diwacanakan oleh Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta pada saat kemarin kita sempat ribut-ribut mengenai gaji PNS DKI yang jumlahnya "wow".

Jika kita menengok ke belakang, saat Lee belum lama pulang dari Inggris menyelesaikan sekolah Sarjana Hukum, ia terpilih sebagai perdana mentri tahun 1959, saat itu Singapura punya PR yang begitu banyak untuk dirapikan. Seperti yang dikutip oleh Merdeka.com, 24 Maret 2015 menyebutkan bahwa "Kehancuran infrastruktur masih membayangi akibat pendudukan Jepang selama 1942-1945. Nyaris 70 % penduduk miskin, warga peranakan Tionghoa, India, dan etnis lain berjubel di pemukiman kumuh, malaria menjangkit dimana-mana. Belum lagi kondisi Singapura yang tidak memiliki SDA dan akses air bersih". Berada di limbah kemelaratan tersebut, tidak membuat Lee berputus asa. Beliau merasa begitu banyak jiwa yang harus diselamatkan, yang perlu diberi pendidikan yang tinggi, dan pengajaran tentang bagaimana cara bertahan hidup -dan untuk terus hidup membangun negara.

Sebagai orang yang pernah belajar di Eropa, Lee bahkan tidak hendak menerapkan sistem demokrasi sebagaimana diajarkan oleh orang-orang kulit putih. Baginya, untuk negara berkembang, demokrasi negara Barat merepotkan pembangunan. Selama 3 dekade ia menjabat, Lee menjalankan roda pemerintahan seperti memanajemen sebuah perusahaan. Nilai positifnya adalah bahwa seorang boss akan mengupayakan apapun agar perusahaan yang dibangunnya dari bawah menjadi semakin maju, karena apabila bangkrut, maka selesailah riwayatnya. "Kesejahteraan karyawan" menjadi indikator penting baginya pada saat itu. Lee membuat berbagai kebijakan kontroversi, mulai dari permen karet hingga dekrit tentang harta warisan yang tidak boleh diberikan lansia kepada anak-anaknya sebelum mereka meninggal dunia. 




20 May 2013

KAMU KEPO ?

Elizabeth Gilbert dalam novel terkenalnya yang berjudul EAT, PRAY, LOVE pernah mengungkapkan sungguh ‘aneh’nya ia menemukan betapa orang Indonesia punya rasa ingin tahu yang begitu tinggi pada gerak kehidupan manusia lainnya. Dalam buku yang akhirnya difilmkan dan mengambil setting di 3 negara: yaitu Italia,India dan Indonesia, Liz (begitu sapaan akrabnya) memiliki pertanyaan yang hanya bisa ia ungkapkan dalam tulisannya pada bab 3 buku ini- dimana lokalisasi cerita tersebut adalah berlatar budaya Bali.

Liz yang notabene merupakan seorang yang lahir dan besar di Amerika,  ketika ingin bepergian saat di Bali, ada saja orang bertanya padanya, “hey mau kemana Liz?” atau saat sudah pulang, “hey kamu abis darimana? Dapet apa aja tadi?” atau pertanyaan yang mungkin sangat privasi sekali bagi wanita barat, “sudah menikah belum?”. Atau “kenapa belum menikah?”, atau “kenapa bercerai?”, atau parahnya lagi, “kenapa tidak mencoba mencari penggantinya yang lebih bla bla bla..” hahaha sabar ya Mbak Liz...

Ehem,
Disini saya bukan mau mereferensi buku ataupun ekslpor cerita novel ya.. Saya Cuma mau goyang.. eh? Hehehe Cuma ya mungkin pertanyaan dalam hati Elizabeth Gilbert itu sering juga terlintas dalam benak saya *cailah*. “Kenapa orang sini sukanya ingin tahu urusan orang ya?” hem.. pernah suatu ketika saya keluar kamar kost, membawa gayung yang isinya sabun mandi, odol, sampo dll, menyelendang handuk dan berjalan menuju ke kamar mandi.. mbak kost saya nanya, “kamu mau ngapain fa?” lahhhhhhh ya jelas-jelas saya mau mandi.. pake ditanya -,-‘

Kejadian lain bukan satu – dua kali. Tapi sering. BANGET. Semisal mau ke BANK, trus ada yang denger, trus pada refleks (iya ini udah jadi kebiasaan mereka mungkin) “mau ngapain ke Bank? Mau ambil duit yaaa? Uang beasiswanya udah turun yaa? Abis dikirimin mama yaaa? Mau bayar shop online yaaa?” yaaaaaaaaaaa menurut nganaaaaaaa? Pffffffffffffffffff

Ya lagian kenapa pada pengen tahu banget sih?

Iya tahu Cuma sekedar basa basi atau apalah itu namanya, tapi kan ada pemilihan kata yang lebih asik kayak misal, “eh gimana novel lo, udah selesai belom?”, atau “eh gimana baju yang kemarin? Jadi beli gak? Lucu tau.”, atau “eh kucing lo udah melahirkan? Anaknya berapa? Bagi dong satu.” NAHHH kalo gitu yang di-basabasi-in kan juga jadi gak basi. Asik.

Kalau betul punya rasa ingin tahu yang tinggi maka jadilah peneliti atau penulis biografi. Disitu kamu punya kesempatan luas untuk kepo-in objek penelitian kamu atau orang yang mau kamu tulis riwayat hidupnya. Ehiya bro,sis, ngomong-ngomong ya jadi peneliti dan biografer itu juga ada aturannya. Tulis yang diizinkan sama narasumber aja. Trus ada juga beberapa hal yak emang cukup untuk diamati ajah.. gak usah ditanya-tanya terus gituh.. kalau narasumbernya gak mau mengungkapkan yaudahlah jangan dikorek-korek terus! Emangnya telinga! Hih!

Maka dari itu hubungan antara peneliti dan narasumeber pada saat pra-proses-hingga selesai penelitian juga harus dijaga. Biar narasumbernya gak lari kemana-mana. BEGITU JUGA SAMA TEMAN. Ehem! Tahu temannya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda yaudahlah.. jangan kepo kepo banget jadi orang. Cukup tau aja ya cukup. Kalau dia mau berbagi, dia juga pasti cerita. Kalau dia melakukan sesuatu diam-diam tandanya ya emang dia ingin merahasiakan hal itu. Gak usah digali-gali lebih dalam lagi, emangnya kamu pencari harta karun apah??!!

Ehem, ehem.. yang baca gak usah kesindir. Saya juga suka kepo. Tapi masalahnya saya kalo abis kepo gak tahan pengen joget (loh?) hehehe saya abis kepo biasanya dimarahin sama pacar.. eh mantan deng.. (lah malah curhat!). Lagipula setelah kamu tahu urusan semua orang apakah kamu akan jadi lebih bahagia? Enggak kan! Jadi intinya A DA LAH.. punya rasa ingin tahu yang tinggi itu boleh tapi ke hal-hal yang positif ajah. Kepoin harga bawang putih di pasar itu positif. Kepoin A’a burjo udah masakin pesanan kita apa belom itu positif. Kepoin kalender akademik dari Januari ampe Desember untuk cari tanggal merahnya itu positif. Kepoin prakiraan cuaca juga positif biar kita tahu kapan waktu yang tepat untuk nyuci.. Dan masih banyak lagi yang bisa kamu lakuin yang lebih positif daripada sekedar SKS: Sotoy sotoy sendiri,  Kepo kepo sendiri, dan akhirnya Sindir merasa kesindir sendiri malahan..*eh gimana?*

Dan.. Yaudahdeh daripada habis ini saya dihujat rakyat dan dilemparin bengbeng segerobak, mending saya pergi dulu. Bye. J

The less you care
The happier you will be!


29 April 2012

World Dance Day ; Solo Menari 24 jam

"Solo Menari 24 jam" dalam rangka menyambut WORLD DANCE DAY yang diperingati tepat pada hari ini, 29 April 2012 diselanggarakan di beberapa titik di kota Solo, Jawa-Tengah.


Salah satu yang saya saksikan secara langsung adalah di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. 



Hari Tari Sedunia 2012 ini mengusung tema "Meretas Batas dalam Warna". Melibatkan sekitar 2500 penari dari 84 sanggar seni di Indonesia dan mancanegara, diantaranya Jepang, Australia dan Singapura. 


Ayo lestarikan budaya Indonesia, sebelum punah tertelan zaman. Jangan sampai anak cucu kita nanti,tahu kesenian tradisional seperti ini justru dari "orang bule".

Tapi kalo tahunya dari bu le' & pak le' nya gapapa sih :P

21 April 2012

Rahasia Kami (Perempuan)


Perempuan.
Tahukah kamu? Perempuan punya hati yang sangat luas, seluas samudera.
Hati perempuan halus, namun tak mudah tersentuh.
Perempuan punya banyak rahasia.. dan semua itu tersimpan dalam.
Dalam sekali.. hingga tak satu pun dapat menyingkapnya.

Ketika kami membisu, mata kami mulai berbicara.
Ketika mata kami terpejam, pikiran kami mulai membaca.
Dan ketika kami menghela nafas, hati kami mulai bergejolak.
Ada sesuatu yang tidak bisa diungkapkan.

Sulit memang..
Kami menelaah dan terus memilah-milih kata apa saja yang kami keluarkan dan yang tidak pantas kami katakan.
Kami takut membuat orang lain sakit hati, karena kami tahu.. betapa sakitnya hati yang terluka oleh kata-kata.

Ketika kami menangis, bukan perhatian yang kami cari, tetapi sebuah PENGERTIAN bahwa kami adalah makhluk perasa dalam segala hal.

Kami cengeng? ya,betul!
Kami keluarkan segala resah hati kami melalui air mata itu.
Kami tumpahkan segera amarah kami lewat isak tangis itu.
Kami utarakan segala kejengkelan kami melalui pecah tangis itu.

Ketika kami merindukan seseorang, kami menyimpannya jauh di lubuk hati.

Kami menyimpan cahaya di hati kami.
Meski tak terlihat, cahaya itu bisa membuatmu melihat kehidupan dari sisi lain, sisi yang lebih indah dari apa kata orang tentang dunia fana ini.
Cahaya itu pun bisa menghangatkanmu di kala dingin.
Saat kau merasa kegelapan, datanglah pada kami! maka kami akan kobarkan semangatmu, menepuk pundakmu, dan merangkulmu untuk berdiri lagi dan terus melangkah untuk menggapai mimpimu.


Selamat hari Kartini, wahai wanita cantik nan anggun di Seluruh Indonesia,
Kamu tahu kan, kita tak serapuh yang mereka kira, meski kadang juga tak sekuat yang mereka harapkan..

Tapi kita masih punya terang.. dan akan selalu punya terang itu untuk kamu, untuk semuanya yang masih percaya.. bahwa  semua manusia, baik laki-laki maupun perempuan..dilahirkan dengan derajat yang sama.. bukan soal keturunan, agama, ataupun harta benda. 

Seperti yang ditulis oleh R.A Kartini  dalam suratnya kepada Nona Zeehander, 18 Agustus 1899, "Bagi saya ada dua macam bangsawan, ialah bangsawan fikiran dan bangsawan budi." Ini berarti, bukan soal ia berkulit hitam atau putih. Bukan soal ia berdarah ningrat atau rakyat jelata. Bukan pula soal kepemilikan emas atau intan permata. Tapi ini semua soal bagaimana cara kita berfikir, bertuturkata dan berperilaku yang bebas, merdeka, berdiri sendiri.. namun tetap dibalut kesantunan khas wanita Indonesia :')


Salam semangat, sehat selalu, senyum selalu..
Selamat Siang :')





Surakarta, 21 April 2012

28 July 2011

AKUN FACEBOOK SAYA TIDAK BISA DIBUKA

ARRRRRGGGGGHHHHHH!
sumpah saya kesel setengah hidup atas kejadian ini. terserah orang mau bilang saya berlebihan atau gimana. tapi rasanya emang sebeeeeel bangeeeet akun facebook saya gak bisa dibuka udah dari 5 hari yg lalu. sumpah itu nyebelin banget gak tau kenapa!!


 jadi gini ceritanya,
karna waktu kemaren saya belum pegang hp, jadi saya pakai hp mama saya. trus kadang sering facebookan disitu. nah terus..... akun itu sengaja gak saya log out.
tiba-tiba saya dibeliin hp baru nih..
karna udah punya yg baru, jaddi ya saya log in facebook di hp yang baru dong
taaaapi saya lupa log out akun fb saya di hp mama, dan ternyata hp mama yg waktu itu saya pakai itu dikasihkan ke adik saya yang ganteng itu....... *nb: adik saya kelas 2 SD*
DAN...... sepertinya dia iseng buka-buka facebook saya dan ngacak-ngacak itu password saya. mungkin karna dia gak ngerti atau gimana dan dia gak mau bilang ke saya kalo mau fb an pakai hp itu... jadi.................................................................. ya beginilah keadaanya sekarang! facebook saya gak bisa dibuka sama sekali. bahkan kalau orang lain mau lihat profil saya pun gak bisa :'''''''''''''''(

aaaaaaaaa sedih banget, kesel banget, marah banget, campur aduk deh pokoknya semuanya!
trus sekarang bingung mesti gimana?

ada yang punya solusi?

14 July 2011

belum selesai

setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. ada sebagian orang yang merencanakan hidupnya matang-matang. ada juga sebagian lainnya yang membiarkan hidupnya mengalir begitu saja, seperti air.

ada yang bilang, hidup ini cuma sekali, jadi buat apa bersusah hati. tapi ada juga yang bilang, karna hidup kita cuma sekali, pergunakan waktu  yang ada sebaik mungkin, sebelum akhirnya maut memisahakan kita dengan dunia yang fana ini. *cailah bahasa gw sok 'iye' banget kan?* :p

kadang.. ada beberapa hal yang ingin kita lompati begitu saja, rasanya enggan untuk melalui hal tersebut,, tapi mau gak mau kita tetep harus melalui jalan itu. ada beberapa -suatu waktu- yang ingin kita lewati dengan segera tapi juga sebenernya kita gak mau hari 'H' itu datang dengan segera. *manusia maunya aapa sih?*

sebenernya apa yang kita rasain, pernah juga dirasain sama orang lain.. sama orang yang baru kamu kenal, sama saudara kamu, sahabat kamu, mantan kamu, guru kamu, atau mungkin orang yang ada di samping kamu sekarang.
kita pernah ngerasain betapa manisnya susu cokelat
kita pernah ngerasain betapa minum jamu atau obat itu rasanya pahit betul
kita pernah ngerasain berlari di bawah hujan sambil tertawa riang sama temen-temen kecil kita di kampung halaman
kita juga pernah menangis di bawah gerimis di kala hati lagi miris karena hati bagai habis teriris sembilu.

di dunia ini setiap orang pasti pernah ngalamin yang namanya pahit-manis kehidupan. gak ada orang yang hidupnya mulus-mulus aja. pasti ada rintangan atau hambatan yang emang gak bisa dihindari. bahkan kadang, musibah itu datang beruntun udah kayak orang kondangan.

13 February 2011

Valentine's day ; chocolates, rosses.. why not?

Well, kali ini saya mau coret-coret sedikit tentang valentine ditinjau dari segi sosiologis. *asik ye bahasanya?*
Anyway, saya ini beraliran positivistik *kalo gak tau artinya cari di google*

Haaa besok itu tgl 14 februari.. hari valentine, ceritanya. Ribuan sms pun datang bertubi-tubi *lebay ye* mengirimkan pesan yg intinya melarang kita untuk merayakan hari valentine atau sekedar mengingatkan latar belakang hari valentine yaitu pendeta yg terkena hukuman mati karna menjalin hubungan terlarang dgn wanita yg dicintainya.
Namun, di sisi lain.. beribu-ribu iklan bermunculan memberikan promo besar-besaran dan juga diskon untuk menyambut hari kasih sayang, dimana semuanya serba pink, serba romantis, dan serba unyu.. :p

Ya ya ya.. begitulah sekiranya gambaran valentine di Indonesia. Menjadi sebuah polemik, dimana ada pihak yg pro.. dan ada jg yg kontra.

Sebenarnya mudah saja menyikapi perayaan hari valentine. Cukup dgn kata 'toleransi' maka urusan selesai. Titik. Yang mau merayakan, silahkan.. yg tidak mau jg silahkan.

Hey, tp tunggu dulu bung! ini Indonesia.. Negara yg punya beragam suku dan budaya, punya banyak aliran yg dianut.. dan sayangnya, gak banyak masyarakat kita yg bisa nerima PERBEDAAN.

Saya sendiri sesungguhnya bukanlah orang yg merayakan hari valentine. Tapi tak saya pungkiri *ehem! saya suka bgt sama yg namanya coklat. Dan tentu saja saya gak pernah nolak kalo dapet cokelat di hari valentine. Apa sih salahnya nerima cokelat di tgl 14 februari? gak salah kan? malah enak! ,begitu pikir saya waktu masih kecil. Trus kebawa sampe gede, entah dari teman sekolah, sahabat atau family..

Kalau bicara tentang kasih sayang, memang sih gak terbatas tiap tgl 14 februari aja. TAPI.. itu kan momment! kapan lagi ya kan liat setiap pasangan wajahnya berseri-seri kayak pengantin baru? kapan lagi ya kan bisa dpt cokelat yg mahal dan bentuknya lucu2 ?? hehee

Hari valentine adalah sebuah momentum untuk merekatkan kasih sayang, meraih keberkahan, dan tentu saja moment mencuri peluang bisnis yg tercipta karna adanya suatu perayaan.

Lihat bagaimana toko cokelat kebanjiran order dan pesanan! Lihat bagaimana pedagang bunga yg tersenyum puas karna dagangannya laku keras di hari itu! Lalu toko-toko kue, cake.. toko hadiah.. toko boneka.. toko baju.. juga restoran-restoran itu.. lihat betapa ramainya toko mereka di hari itu. Juga para pegawai, penjaga toko.. semuanya sumringah menyambut uang lembur :)

Ya tapi tidak semua memang suka dengan perayaan hari valentine. Mereka pasti punya alasan tersendiri mengapa mereka tak mau atau menganggap tanggal 14 februari itu adalah hari yg biasa-biasa saja. Mereka tidak salah.

Dalam aliran positivisme, tidak ada yang dianggap salah mutlak, ataupun benar mutlak. Semuanya relatif. Bahwa adanya kejadian ataupun tindakkan seseorang pasti karna ada alasan yang melatarbelakanginya.
Saat ini saya hanya bisa mengamati, belum bisa bicara hasil, karna memang belum melakukan penelitian di lapangan.


Valentine bukanlah soal agama.. tapi budaya. Tentang bagaimana kebudayaan yg diadopsi dari bangsa barat itu hadir di Indonesia dan hingga kini sering terjadi perdebatan terselubung, karna dianggap bukan budaya ketimuran. Perayaan valentine di luar ( eropa, amerika, dan sebagainya) memang diartikan sebagai hari pembuktian cinta dan ya kita semua tahu pergaulan bebas di sana.. dan itu memang sama sekali bukan budaya timur.
Tapi... sebagai bangsa yang cerdas, seharusnya kita bisa menyikapi pengaruh luar yang masuk ke negri ini dengan menyesuaikan keadaan di Indonesia. *eh maksudnya gimana itu??*
Maksudnya, sesuai dengan sifat bangsa ini yang ramah-tamah dan suka menolong, bisa saja kan hari valentine ini dijadikan moment untuk menyumbangkan sebagian rizki kita ke korban bencana alam, panti asuhan, anak jalanan, atau siapapun yg lagi butuh pertolongan.  Atau bisa juga bareng temen-temen ngadaian acara donor darah atau penggalangan dana untuk membantu operasi orang yg tidak mampu, misalnya.
Nah dari situ akan timbul kebudayaan baru di Indonesia, bahwa hari valentine adalah hari untuk menebar kasih sayang terhadap sesama, berbagi pada mereka yang kekurangan, dan membuktikan cinta lewat hal-hal yang positif.. yang bisa berguna buat banyak orang.
Jadi pada akhirnya perayan valentine di Indonesia bukanlah lagi hanya karna ikut-ikutan budaya barat, tetapi ada sesuatu yang bernilai luhur yang patut dirayakan setiap tahunnya. Valentine bukan lagi soal pendeta ataupun kiriman bunga dan cokelat.. valentine menjadi hari kasih dimana kita harus banyak mengasihi orang yang membutuhkan, dan menjadi hari sayang, karna di situ kita bisa tunjukin rasa sayang kita ke orang-orang yang kita sayang -secara berjamaah alias bareng-bareng *karna kalo sendirian, sering malu kan?*
Jangan lewatkan momentum ini teman,, valentine cuma datang sekali dalam setiap tahun!

..And even if the sun refuse to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart, until the end of time
You’re all I need,
my love, my valentine..

okeh, selamat hari valentine bagi anda yang merayakannya :)
wassalam

31 January 2011

Januari

Hasssyyhh... saya gak tau harus mulai dari mana.
Hemmphh banyak banget yang pingin saya share. Mulai dari ulang tahun, tahun baru, kado-kado itu, lalu perjalanan saya yang bolak-balik dari tengah ke timur ke barat ke tengah ke barat dan ke barat lagi. Fuhh..
Juga perasaan saya yang kacau balau di bulan ini. Semuanya mulai dari senang, sedih, terharu, patah hati.. pokoknya komplit deh di bulan ini.

Di ujung tahun 2010, saya seperti dikejar-kejar waktu. Semua mata kuliah seakan mengejar kami untuk tuntaskan target smester ini. Bergadang  mengerjakan tugas bersama Galuh dan Nofi pun menjadi makanan sehari-hari. Saya sangat bersyukur memiliki teman rantauan yang baiiiiiiiiiiiiiiik banget kayak mereka. *semoga mereka gak baca,, nanti pada GR lagi!* Mereka itu lucu sekali. kalau kami sudah berkumpul di tempat kost., yakinlah seperti berada di sitkom OVJ ;)

Juga dengan si calon dokter, icha. Ah dia itu baik baik baik banget. Kocak dan yaaa sama deh ama Galuh dan Nofi, sama-sama gendut. *hush, semoga mereka gak baca ini* hahaa.
jadi kita ini sebenernya udah kayak keluarga sendiri di kost-an. Meski saya sering egois dan ngambek, untungnya mereka masih mau temenan sama aku. hihiy miris bgt ya kesannya? ;p
Kami ini punya hobi yg sama (disama2in sih), yaitu nonton, makan dan foto-foto. ye ye ye... lihat aja banyak foto narsis saya di facebook bersama mereka. *Tapi kalo foto sama Galuh itu sebenernya cuma foto "sok akrab" doang sih. Abisan sebenernya kalo lagi bareng itu kita berantem mulu udah kayak tom and jerry! galuh tom-nya, galuh juga jerry-nya. hihihi

Lanjut pas aku ulang tahun, mereka itu ngerjain aku. Lumayan sih dapet siraman air es di malam hari plus tepung dari itu bocah-bocah. Tak ketinggalan juga kadonya : bantal guling hijauuuuuuuuuuuu! :D
Makasih loh ya buat Nofi, Galuh, Nisa, Icha dan tante juga! -meski sedih gak bisa pulang ke rumah- saya jadi terharu sekali ;(

Lalu malam tahun baru saya sangatlah kelabu. Huhu.. Galuh pergi bersama kekasih barunya. Alhasil saya hanya menemani nofi yg kebetulan belum pulih juga. Untung ada Icha, jadi semalaman kami hanya DVD-an di kamarnya Nofi. Salah satu film yg kami tonton adalah 500 days of Summer.. dan film itu buat saya, so sweeeeeeet banjet! :)


Di hari pertama di tahun 2011 saya sempat mendapatkan teguran yang sungguh menyayat hati dan perasaan. Saya dituduh melakukan apa yang sebenarnya tidak saya lakukan. Saat itu ingin sekali rasanya saya pulang ke rumah, mengadu pada nenek saya. Saya sungguh tak pernah bermaksud menyalahgunakan kepercayaan orang,, tetapi kenapa ada orang yg memfitnah saya seperti itu. Jahat sekali orang itu. Sungguh, kalau tidak ada kuliah lagi, saya ingin secepatnya pergi dari situ.

Dan hari yang saya tunggu-tunggu pun akhirnya datang juga. Semua tugas kuliah sudah beres dan liburan pun tiba di depan mata. Saya pamit dengan sahabat2 saya dan dengan senang hati beranjak meninggalkan kota Solo.

Saya meluncur ke arah timur pulau Jawa : Madiun.
Aaaa betapa tentramnya kota ini. Memasuki kediaman bule saya ini seperti menarik saya ke beberapa tahun silam dimana saya tak pernah memikirkan apa yang kan terjadi nanti. Masa anak-anak saya ada di situ. Saya pun sempat takjub saat memasuki kamar tamu, ada beberapa boneka yang akrab dengan saya waktu kecil dulu. Boneka itu ternyata masih awet :)
Tak begitu lama saya di situ. Bukan karna saya harus menemani sepupu saya main bulu tangkis di sore hari atau main congklak di malam hari. Tapi karna orang rumah sudah memanggil-manggil menyuruh saya kembali ke rumah. Katanya, mereka yang di Cipulir, sudah menyiapkan kado untuk saya. Haha senangnya jadi orang yang ditunggu-tunggu.

Kereta pun meluncur membawa saya ke Jakarta.
JAKARTA..
Saya mencintai Jakarta dengan segala isinya.
Sumpahhh!! ;D

Sekitar ba'da subuh saya pun tiba di kota kelahiran saya. Sudah tercium aroma cipulir dan segala isinya.
Haha benar saja, setiba di rumah saya dihujani kado *lebay ye?* oleh adik-adik sepupu saya!

Beberapa hari berselang, saya mulai  "tour" ke rumah sahabat-sahabat saya. Bercerita dan mendengarkan cerita dari mereka membuat saya harus bersyukur sebanyak-banyaknya atas semua ini. Atas segala kesempatan dan keberuntungan yang saya peroleh, atas segala nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT  kpd saya.. Semuanya.. semuanya.. begitu berharga.. *azek ya kata2nya*

Namun liburan saya sempat terganggu. Saya harus ke solo untuk tandatangan. Dan saya pun menempuh perjalan Jakarta-Solo-Jakarta hanya dalam waktu 2 malam 1 hari. Coba bayangkan pemirsa! Bayangkan betapa pegalnya pinggang saya harus menempuh jarak tersebut hanya untuk tandatangan yg tidak kurang dari lima menit untuk melengkapi berkas. Huft. . . T,T

Kelamaan di rumah pun sempat membuat saya stress dan putus asa *ini tragis*. Saya bosan akut dan parahnya nafsu makan pun tak bisa dibendung lagi. Juga airmata ini... *mulai galau*
Saya mendapati diri saya ada di mimpi indah yang berkepanjangan. Dan begitu sakiiiiiiiiiit rasanya ketika saya terbangun dan menghadapi kenyataan hidup yang pahit -seperti jamu mbakyu yg tiap pagi lewat depan rumah-
Ah sudahlah.. rejeki, jodoh dan umur itu kan ada di tangan Tuhan. Tapiii kalu kita tak bertsaha untuk mengambilnya, selamanya akan tetap di tangan Tuhan. Jadi... Saya berdoa saja, batangkali Tuhan sedang merevisi nasib saya :)

Akhirnya, kita sudah ada di ujung Januari.
Saya mencoba tetap tersenyum dan harus bertahan. Terus berharap dan berjuang agar mimpi daya itu bukanlah sekedar mimpi belaka. Sederet tempat yg ingin saya kunjungi harus ter-checklist di akhir tahun ini. Begitu juga segala resolusi saya. Harus sukses. Bersiaplah untuk jadi pemenang!
SEMANGAAAAAAAAAAAT!!

25 December 2010

Jogja Istimewa dan Si Anak Rantau Riau

Jogja.. jogja.. Jogja istimewa.. istimewa kotanya.. istimewa sultannya..
Kira-kira seperti itu penggalan lagu yg saya dengar saat kunjungan saya bersama teman-teman seminggu yg lalu.

Ya, ditengah kericuhan mengenai keistimewaan kota itu, Jogja tetap menarik hati banyak orang. Tetap menjadi tujuan wisata, dan tetap menyuguhkan keelokan dan keramahan khas Indonesia.

Pagi itu saya berangkat dari stasiun Solo Balapan menuju stasiun Tugu Yogyakarta. Saya bersama dua teman saya naik kereta pramex jurusan jogja. Tapi tak disangka di saat musim sebelum libur begini pun kereta tujuan kota pelajar itu penuh. Beruntung kami ditempatkan di gerbong khusus wanita, jd kami nyaman-nyaman saja meski harus duduk desak-desakan.

Sampai di sana kami langsung menyusuri Malioboro. Waw! tergenapkan sudah '2010 places visit' saya.. huu sepanjang jalan adalah surga belanja bagi kaum hawa. Segala macam pakaian, dompet, tas, bros, jam, dan pernak pernik bercorak batik ataupun khas jogja ada di sini. Semuanya bagus bagus. Semuanya murah murah. Bah! memang surga bgt deh buat yg hobi belanja. Tak ketinggalan, saya pun turut serta membeli oleh2 untuk orang rumah. Ah ingin rasanya suatu hari nti mengajak mama, enyak dan encing berbelanja di sini.

Di pertengahan jalan, kami bertemu dgn seorang Anak Rantau Riau -begitu nama di facebooknya-. Sebenarnya tujuan kami datang ke jogja ya itu tadi, menemani teman saya bertemu dgn si Anak Rantau Riau itu.
Dan anak itu akhirnya yg menjadi tourguide kami untuk jalan2 di sekitar situ.
Tunggu sebentar,, saya sempat kagum dgn anak kelas 3 SMA ini. Coba bayangkan, di sepanjang jalan dia berbicara soal daerah istimewa layaknya seorang politisi. Lalu ketika di warung makan ia sempat mengajukan pertanyaan yg kritis mengenai pengemis dan koruptor. Saya pun sempat kuwalahan menanggapinya.. tapi gengsi dong kalo gak bisa jawab. Akhirnya ya saya jawab seadanya.
si anak rantau riau- termasuk orang yg PD sekali dlm berkomunikasi bahkan dgn orang asing. Dia sempat mengajak ngobrol bule asal Italia, cantik, bernama palma. Dia perkenalkan beberapa kota di Indonesia dan menyebutkan potensi apa yg dimiliki oleh kota tsb kepada bule itu. Cerdas nian rupanya pemuda riau ini. Oiya dia ini atlet pingpong yg sudah sering mengikuti beberapa olimpyade olah raga tingkat nasional.

Setelah puas berfoto-foto di Museum Benteng Vredeburg yg berasitektur tempo dulu, kami pun kembali pulang ke solo, mengejar KA yg hampir berangkat.

jogja, I'll be back!

CIPULIR (Part. MUHASABAH dan RESOLUSI)

Cipulir..
Beberapa bulan yg lalu saya pun pernah memposting mengenai daerah tempat tinggal saya ini. Terletak di kecamatan Kebayoran-Lama Jakarta Selatan, Daerah Khusus ibu kota.

Saya bukannya hendak menjelaskan tata kota ataupun sistem kemasyarakatan di kampung ini, tetapi saya mau bicara soal mimpi.. ya, mimpi!

Kemarin, setelah saya meminta saran dari sahabat2 mengenai mana yg lebih dulu sebaiknya dilakukan, muhasabah atau buat resolusi?
Dan teman2 pun kompak menjawab MUHASABAH. Muhasabah itu sama halnya seperti mengevaluasi diri.

Nah, hubungannya dgn mimpi dan cipulir adalah... karna semuanya berawal dari cipulir. Di tempat itu, tepatnya di kediaman keluarga Bapak Darman (kakek saya) saya tuliskan rencana-rencana hidup saya. Membuat resolusi dan muhasabah pun seakan menjadi ritual setiap menjelang pergantian tahun dan pergantian umur saya. Saya tuliskan sederet target utk tahun depan dan menchecklist apa saja yg sudah tercapai tahun ini. Semuanya harus berjalan progresif, bergerak maju, dan meninggalkan pelajaran yg bermakna dlm kehidupan saya. Saya tidak mau hidup saya mengalir begitu saja. Harus ada tahapan2 yg harus saya lalui untuk mencapai puncak. Saya buat rencana seindah mungkin. PLAN A saya harus tepat sasaran, meski masih ada 25 huruf lagi tersedia. SAYA LAKUKAN YANG TERBAIK YANG BISA SAYA LAKUKAN.

Tapi rencana tetaplah hanya sebuah rencana.. pasrahkan semua hasilnya hanya kepada ALLAH SWT. Kita bisa menuliskan apapun kemauan kita dgn pensil, tapi biar Allah yg pegang penghapusnya. Dia Maha Tahu apa yg baik dan terbaik buat kita.

Sampai di sini, saya menemukan diri saya adalah rencana yg saya buat sendiri di hari kemarin. Semuanya seakan berkesinambungan atas resolusi saya dari tahun ke tahun. Yang sudah saya capai hari ini adalah coretan yg saya buat beberapa tahun yg lalu, bahkan mungkin satu dekade yg lalu ketika saya masih SD. Saya memang dari kecil sudah sering menuliskan kemauan saya di apapun itu.. di balik pintu kamar, di dinding, di kalender, di belakang buku pelajaran, di diary atau dimanapun di saat pikiran saya terbesit menginginkan sesuatu.
Kalau boleh bangga sedikit, saya merasa sudah selangkah lebih maju dari teman2 yg pernah mengejek saya, buat apa menuliskan khayalan2 yg tak mungkin jd kenyataan. Tapi buktinya.. aku sudah ada di sini & mereka masih tetap di sana dgn rutinitas dan daur hidup yg biasa2 saja..

And now, saya mau menulis lg.. Semoga keluarga merestui, &
Kabulkanlah Ya Allah..
amin

06 December 2010

Tuhan tak punya facebook

Saya tahu, Tuhan tak pernah punya facebook.. twitter, myspace, foursquare atau semacamnya. Saya jg tahu, Tuhan tak pernah pergi ke warnet untuk membuka internet, atau membeli pulsa yg bisa gprs agar bisa nge-net via-ponsel. Tapi saya tahu, Tuhan tak pernah membiarkan hambanya berjalan sendiri.
Status atau twits yang sering saya dan teman2 update, saya yakin Tuhan melihatnya. Yakin, Tuhan mengerti semua maksud dari status kita, karena saat kita mau menuliskannya, kita sudah terdahulu berniat dalam hati, bukan?
Saya pun yakin, malaikat punya sistem kerja yg lebih canggih dari pada pengelolah jejaring sosial saat ini. Saya yakin malaikat menyimpan dgn rapi semua yg pernah kita tuliskan via facebook, twitter, ataupun blog.

Dan dari semua itu, satu hal yg saya yakini, setiap DOA ataupun HARAPAN yg pernah saya tuliskan di media ini, suatu hari akan terkabul. Pasti!
Anda ingat tentang bagaimana doa itu pasti dikabulkan oleh yg Maha Kuasa?
1. Doa langsung dikabulkan tak lama setelah kita meminta kepada-Nya. Tentu saja ini yg diidamkan semua orang.
2. Doa akan dikabulkan, tetapi ditangguhkan dlm beberapa waktu dahulu. Tuhan telah siapkan apa yg kita minta, tetapi tidak diberikan sekarang karna ada alasan yg indah dibaliknya. Kita tunggu dan itu pasti. Percayalah.
3. Doa tidak dikabulkan di dunia, tetapi menjadi tabungan di Akhirat. Ingat, Sang Pencipta tak pernah mengingkari janjinya! jadi percayalah, pasti Tuhan akan memberikan yg jauuuh lebih indah dari apa yg pernah kita harapkan.

JADI, teruslah berdoa, berdoa, dan berdoa. Jika ada yg mengejekmu, ngapain doa di facebook, abaikan! mungkin dia tidak tahu bahwa Tuhan Maha Melihat dan Maha Mengetahui.

Hal ini terbukti, saat beberapa bulan lalu, saat saya dan teman2 menghadapi ujian nasional maupun ujian masuk ke perguruan tinggi. Tentu saja setelah berusaha belajar dgn sungguh2 dan meningkatkan kualitas ibadah,, kami yakin kami pasti bisa lulus. Beramai-ramai pun kami update status di facebook atau twitter, menuliskan doa dan harapan kami agar semua mendapatkan yg terbaik. Saling komen, like atau retweet antar twits pun kami lakukan untuk mengamini semua doa kami. Disitu saya percaya, kekuatan DOA mampu hilangkan rasa cemas dan dapat tumbuhkan semangat untuk jd BEST of the BEST. Meski lewat media apapun itu, saya yakin Tuhan pasti mendengar.

Tuliskan doamu, harapan dan cita-citamu di media apa pun itu.. Tuhan pasti membaca dan mengabulkan doa itu, meski Tuhan tak punya facebook.

24 November 2010

Sebuah Kamar

Malam ini saya merasakan agak sesak bernafas karna kedinginan. Saya tiduran sejak sepulang kuliah td sore sampai melupakan makan malam. Sengaja. Saya gak tau kenapa saya slalu merasa kedinginan di tengah kota Solo yg puanaaasnya minta ampun.

Ini musim hujan.
Ini di penghujung tahun,
bulan ke 11...

Semuanya terasa begitu dingin, basah, dan kosong..

Bukan soal perut yg kosong karna kehabisan uang bulanan ataupun diet. Tapi ada yg kosong lagi... entah di bagian mana.

Sesuatu yg gak bisa diisi lg atau pura2 terisi.
Entah..
Ibarat sebuah kamar, sesuatu itu seperti tak ada pintu,, atau tak punya pintu,, atau punya pintu tapi tak punya kunci,, atau ada pintu tapi kuncinya menghilang,, atau.. entahlah.. agak sulit mendeskripsikannya.
Saya tahu kamar itu kosong, tp saya merasa kamar itu sudah full.. sudah tidak bisa dimasukkan apa2 lagi. Juga apa yg ada di dalam kamar itu, tidak bisa digantikan. Takkan terganti. Tak mau lg saya ganti.

Hmmph.. barangkali perumpamaan kamar itu adalah gambaran hati saya. Ya, Mungkin begitu.


'kau bukan hanya sekedar indah... kau tak akan terganti...'

18 November 2010

Tanpa Judul

Setelah menempuh perjalanan dengan kereta api kelas ekonomi sekitar 12 jam, akhirnya aku ada di sini ; SOLO.
Bukan tanpa alasan saya jauh-jauh datang dari Jakarta kesini. Bukan jg karna saya terikat beasiswa study di kota ini. Satu kata, PENGALAMAN.
Jauh hari sebelumnya bahkan saya tak pernah membayangkan akan ada di sini -sudah sering saya katakan-

Bukan soal manja menjadi mandiri,,, tapi jauh jika ditelaah, kehidupan baru menjadi mahasiswa yang kost, inilah PENGALAMAN itu!!

Saya sendiri tak tau mau dibawa kemana tema tulisan ini.
Banyak. Sangat sangat sangatlah banyak yg ingin saya ungkapkan.

Mengungkapkan sesuatu -penting- bukanlah perkara mudah.. tapi.. ya tapi tidaklah sesulit yg terbayangkan pula. Ada hal-hal atau moment istimewa yg terlewatkan begitu saja ketika kita tidak berani mengungkapkan sesuatu itu, sesuatu yg mengganjal dalam hati.. Sulit memang!

09 September 2010

Doa yg sederhana

Sehubungan dgn HUT SBY yg ke 61 saya mau kirim doa sama persis seperti yg om Pong sampaikan, semoga JUJUR, ADIL dan TEGAS.

Dan untuk doa-doa slama bln ramadhan, ALHAMDULILLAH hampir semuanya terpenuhi.

Apa lagi?
Sebuah doa sederhana pun bertasbih dlm hati. Saya pun berpositif thinking, pasti Yang Maha Kuasa akan mengabulkan, atau bahkan.. memberikan yg jauh lebih baik.

Doa yg sederhana itu.. buatku begitu mewah ketika dikabulkan kini.
Begitu indah.. dari mimpi yg pernah ada.

Alhamdulillahirobbil 'alamin..


Cipulir, 30 ramadhan 1431 H
Di rumah enyak babeh, bersama mama, ncang,ncing, adik2 sepupu, dan.. ketupat sayur buatan enyak ;D

08 September 2010

Semua karena satu alasan ; cinta

Akhirnya saya tahu kenapa setiap lebaran para kaum urban berbondong-bondong mudik ke kampung halamannya, meski kampuang nan jauh di mato, harus berdesak2an di angkutan umum, macet minta ampun di perjalanan,, semuanya di lakukan karna 1 alasan ; cinta.

Saya sendiri yg notabene baru pertama kali mudik, akhirnya merasakan hal itu.
Jarak tak jadi masalah, ongkos pun tak jadi kendala. Satu tujuan yg dinantikan selama bulan puasa, yaitu mudik ke kampung halaman.

Rasa rindu kian sesak bahkan ketika saya sudah mendapat tempat duduk di kereta, memandangi rel yg rasanya tak berujung dari jendela, di detik itu serasa ingin terbang agar cepat sampai di cipulir, sebuah kampung di tengah kota dimana rumahku ada di situ.
Sudah terbayang olehku gang kece yg sempit yg mengantarku menuju rumah, lalu tanaman2 hias kesayangan nenek yg memenuhi pagar rumah kami. Lalu pilar catur yg memagari rumah kami. Gentengnya yg tua dan tembok yg mulai rapuh.. hmmmph, semuanya membuat saya rindu. Tak peduli sebagus dan semewah apa kosan saya di Solo.. saya tetap begitu mencintai rumah saya.
Terbayang lagi wajah nenek yg haru saat melepas saya pergi sebulan yg lalu, suara cerewetnya yg khas enyak2 betawi.. ah cepatlah sampai kereta bengawanku.
Lalu wajah adik2 sepupu saya, mama saya, kakek saya, sahabat2 saya, semuanya berkelebat satu persatu seperti sebuah slide yg membuka kembali lembaran hidup saya selama di jakarta.

Saya tau ini cinta. Saya mencintai cipulir dan semua yg ada di dalamnya. Meski baru meninggalkannya dlm sebulan, toh saya kangen setengah mati dgn aroma cipulir.

Coba bayangkan apalagi kaum urban itu yg sudah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya. Kalau bukan karna cinta, buat apa mereka mau berlelah-lelah menempuh perjalanan jauh, mengeluarkan biaya yg tdk sedikit, meninggalkan kota jakarta dgn segala fasilitas modern-nya.. semua karena cinta. Cinta pd orang tua. Cinta pd kampung halaman. Cinta dgn sahabat2, teman berbagi, menghabiskan masa kecil.. cinta pd tradisi..

Mudik karena satu alasan ; cinta.


Cipulir, September 2010
Nengpaul