aku

01 September 2010

Septemberwish

Seperti biasa, tiap awal bulan gw slalu punya harapan-harapan baru dan target yg mesti gw capai. YAK INI MESTI!

BISMILLAHIRROHMANNIRROHIM..
*Berharap otak sudah mulai panas kembali saat duduk di bangku kuliah.
*Berharap mulai bisa nge'jawa'
*Berharan dpt kosan yg dekeeet bgt ama kampus, kalo perlu kamarnya samping kelas.. haha
*Berharap bisa pulang ke cipulir lebih cepat. Banyak reuni telah menanti bo!
*BERHARAP DAN SANGAT BERHARAP lebaran nti bisa makan sayur ketupatnya enyak, tape-uli buatan enyak, pokoknya kue2 buatan enyak.. dan pastinya bisa berlebaran di rumah bersama ncang ncing enyak babeh. -ohya tahun ini akhirnya akan berlebaran sama MAMA dan adik2-
*Berharap semuanya yg mudik sehat slalu, perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan, serta langkahnya diridoi Allah SWT.. Amin ya Robbal 'alamin

Ini pagi, ini awal, harapan dan semangat!
Jadi ayo kita berharap September ceria. . . September ceria. . . September ceria. . . September ceriaaa. . . milik kita bersamaaaaaaa

Oya 1 lagi.. berharap gw bisa ambil keputusan yg tepat buat kehidupan gw agar lebih baik kedepannya. Amin.

TEGUHKAN HATI, KUATKAN IMAN

30 August 2010

Sempatkanlah

Sempatkanlah berdoa, karna itu sumber kekuatan terbesar di bumi.
Sempatkanlah tertawa, karna itu irama hari.
Sempatkanlah melihat pagi, di situ ada awal, semangat dan harapan.
Sempatkanlah menyapa, tak ada yg lebih indah dari silaturahmi.
Sempatkanlah membaca, tak kan ruginya orang yg berilmu.
Sempatkanlah nikmati hujan, karna disitu ada keberkahan.
Sempatkanlah memandang langit, sebab di situ terpancar segala keagungan Tuhan.

Sempatkanlah tersenyum saat kau membaca ini,
senyum yg tulus,
yang dari hatimu.. :D

Dari hal-hal kecil itu..

Gw kira gw akan tahan tinggal berbulan-bulan di luar kota, tanpa cengeng, tanpa kangen yg manja. Tapi kenyataan berkata TIDAK kawan-kawan..

Ah sial! ternyata justru dari hal2 kecil yg membuat gw semakin 'meriyang' ; merindukan kasih sayang dari keluarga di cipulir.. *mulai siapin kotak tisyu*

Mulai dari bangun tidur -apalagi ini bulan puasa, mesti sahur- yg biasanya dibangunin enyak, dan gw akan nggerutu kalo dibangunin bukan jam 4 kurang 10 menit.. ketika di sini, itu kerasa bgt kalo gw hrs bangun ndiri -kalo gak bangun ya bablas-
Trus kalo mau mandi, skrg harus nyuci dulu -gakmau londri. hemat- padahal kalo di rumah hal2 macem itu jarang gw pikirin..
Trus makan, KANGEN SAMBEL YA ALLAH.. di sini makanan manis2 semua -kaya yg nulis- huaaa setiap makan jd keinget enyak yg tiap hari bikinin sambel buat babeh -maklum kakek orang sunda, jd lalapan terus- hiks.. *ambil tisyu lagi*
Terus kalo mau pergi dan pakai kerudung, sekarang harus sibuk cari PENITI sendiri, padahal kalo di rumah.. *ambil tisyu lagi* enyak slalu sedia dgn peniti2 yg slalu nempel di bajunya.
*tarik nafas.. lepaskan.. ambil tisyu lagi*
Lalu kalo abis solat, tadarusan kok rasanya ada yg kurang ya.. biasanya ada suara2 enyak yg suka tiba2 membetulkan tajwid gw kalo lg baca Al-Qur'an.. *ambil tisyu lagi..*
Dan kalau mau berangkat sekolah, biasanya enyak slalu pesan, TEGUHKAN HATI KUATKAN IMAN.. *ambil tisyu, eh abis! ngelap air mata pake kerudung* sekarang kalo berangkat yaa sudahlah.. ndak ada kata2 itu lagi -tp tetap ada di dlm hati-
Terakhir kalau mau bobo.. gak ada yg nyanyiin 'ndung indung kepala lindung.. ujan diudik di sini mendung.. anak siapa pakaƬ kerudung.. mata melirik, kaki kesandung..'
*ke kamar mandi, buang ingus, cuci muka, cuci kerudung yg td bekas nangis*

Tapi mungkin beberapa bulan ke depan gw akan bertahan di sini.. *cailaaah*

TEGUHKAN HATI, KUATKAN IMAN

28 August 2010

Kamilah 'terang' itu

'Habis gelap terbitlah terang' -R.A Kartini-

Di sini saya mau bicara soal emansipasi versi saya.
Saya mengutip kata 'terang' itu sendiri.
Menurut saya, terang itu.. bercahaya, berpijar, bersinar.. dan mampu jd petunjuk jalan, sesuatu yg dapat diandalkan dan tak kan terganti.
Begitulah 'terang' versi saya.

Terang itu kekuatan untuk membaca,
kehangatan untuk mencintai,
kelembutan untuk menghapus air mata,
kepatuhan untuk mengajari,
dan pengorbanan untuk menguatkan hati.

Dan kamilah 'terang' itu.. ya saya berharap seperti itu.

KAMI ; saya, mama, enyak, ncing, tante, nenek, oma, bu guru, mbok2 jamu, mbak2 warteg, kakak2 atlet, desainer, dan semuaaaa PEREMPUAN HEBAT di INDONESIA..
KAMILAH TERANG ITU,
kami tak lagi di kasur menunggu datangnya lamaran,
kami tak lagi di sumur hanya untuk mencuci, mencuci, dan mencuci pakaian,
kami tak lagi di dapur untuk membuat bakwan..
kami sekarang jg turun ke jalan, masuk ke gedung DPR menjadi anggota dewan yg terhormat, kami sekarang ada di ruang kelas untuk belajar atau pun mengajar, kami sekarang jg membawa koper pergi ke kantor, kami ada dimanapun untuk menerangi yg kegelapan, membasuh peluh bagi yg lelah, hadirkan semangat bagi yg kehilangan arah.
Kami mencintai apa yg kami lakukan sekarang!

HIDUP PEREMPUAN INDONESIA!
HIDUP MAHASISWA!



Surakarta, Agustus 2010