aku

18 November 2010

Tanpa Judul

Setelah menempuh perjalanan dengan kereta api kelas ekonomi sekitar 12 jam, akhirnya aku ada di sini ; SOLO.
Bukan tanpa alasan saya jauh-jauh datang dari Jakarta kesini. Bukan jg karna saya terikat beasiswa study di kota ini. Satu kata, PENGALAMAN.
Jauh hari sebelumnya bahkan saya tak pernah membayangkan akan ada di sini -sudah sering saya katakan-

Bukan soal manja menjadi mandiri,,, tapi jauh jika ditelaah, kehidupan baru menjadi mahasiswa yang kost, inilah PENGALAMAN itu!!

Saya sendiri tak tau mau dibawa kemana tema tulisan ini.
Banyak. Sangat sangat sangatlah banyak yg ingin saya ungkapkan.

Mengungkapkan sesuatu -penting- bukanlah perkara mudah.. tapi.. ya tapi tidaklah sesulit yg terbayangkan pula. Ada hal-hal atau moment istimewa yg terlewatkan begitu saja ketika kita tidak berani mengungkapkan sesuatu itu, sesuatu yg mengganjal dalam hati.. Sulit memang!

09 September 2010

Doa yg sederhana

Sehubungan dgn HUT SBY yg ke 61 saya mau kirim doa sama persis seperti yg om Pong sampaikan, semoga JUJUR, ADIL dan TEGAS.

Dan untuk doa-doa slama bln ramadhan, ALHAMDULILLAH hampir semuanya terpenuhi.

Apa lagi?
Sebuah doa sederhana pun bertasbih dlm hati. Saya pun berpositif thinking, pasti Yang Maha Kuasa akan mengabulkan, atau bahkan.. memberikan yg jauh lebih baik.

Doa yg sederhana itu.. buatku begitu mewah ketika dikabulkan kini.
Begitu indah.. dari mimpi yg pernah ada.

Alhamdulillahirobbil 'alamin..


Cipulir, 30 ramadhan 1431 H
Di rumah enyak babeh, bersama mama, ncang,ncing, adik2 sepupu, dan.. ketupat sayur buatan enyak ;D

08 September 2010

Semua karena satu alasan ; cinta

Akhirnya saya tahu kenapa setiap lebaran para kaum urban berbondong-bondong mudik ke kampung halamannya, meski kampuang nan jauh di mato, harus berdesak2an di angkutan umum, macet minta ampun di perjalanan,, semuanya di lakukan karna 1 alasan ; cinta.

Saya sendiri yg notabene baru pertama kali mudik, akhirnya merasakan hal itu.
Jarak tak jadi masalah, ongkos pun tak jadi kendala. Satu tujuan yg dinantikan selama bulan puasa, yaitu mudik ke kampung halaman.

Rasa rindu kian sesak bahkan ketika saya sudah mendapat tempat duduk di kereta, memandangi rel yg rasanya tak berujung dari jendela, di detik itu serasa ingin terbang agar cepat sampai di cipulir, sebuah kampung di tengah kota dimana rumahku ada di situ.
Sudah terbayang olehku gang kece yg sempit yg mengantarku menuju rumah, lalu tanaman2 hias kesayangan nenek yg memenuhi pagar rumah kami. Lalu pilar catur yg memagari rumah kami. Gentengnya yg tua dan tembok yg mulai rapuh.. hmmmph, semuanya membuat saya rindu. Tak peduli sebagus dan semewah apa kosan saya di Solo.. saya tetap begitu mencintai rumah saya.
Terbayang lagi wajah nenek yg haru saat melepas saya pergi sebulan yg lalu, suara cerewetnya yg khas enyak2 betawi.. ah cepatlah sampai kereta bengawanku.
Lalu wajah adik2 sepupu saya, mama saya, kakek saya, sahabat2 saya, semuanya berkelebat satu persatu seperti sebuah slide yg membuka kembali lembaran hidup saya selama di jakarta.

Saya tau ini cinta. Saya mencintai cipulir dan semua yg ada di dalamnya. Meski baru meninggalkannya dlm sebulan, toh saya kangen setengah mati dgn aroma cipulir.

Coba bayangkan apalagi kaum urban itu yg sudah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya. Kalau bukan karna cinta, buat apa mereka mau berlelah-lelah menempuh perjalanan jauh, mengeluarkan biaya yg tdk sedikit, meninggalkan kota jakarta dgn segala fasilitas modern-nya.. semua karena cinta. Cinta pd orang tua. Cinta pd kampung halaman. Cinta dgn sahabat2, teman berbagi, menghabiskan masa kecil.. cinta pd tradisi..

Mudik karena satu alasan ; cinta.


Cipulir, September 2010
Nengpaul

05 September 2010

Kamarku sayang, kamarku malang..

Sebelumnya, maaf ini sebuah keluhan..

Aku berteman dgn kamar itu sudah 11 tahun lebih, tp mereka menghancurkan persahabatan kami, tidak kurang dari 1 bulan.
Kecewa.. tentu!

Aku mengenalnya sejak ia baru dibangun. Ohoho baru kuingat kalau kamar itu dibuatkan kakek memang untukku.

Aku habiskan masa kecilku dgnnya -kamarku-
PR PR dari guru SD ku, kado untuk sahabat2 kecilku, lalu lipatan2 kertas kreatifku.. kubuat di kamar itu.
Diary-ku, rencana study-ku, cita2 dan mimpiku, kutulis semua di kamarku itu -tempat terbaikku yg pernah kumiliki sepanjang hayat-
Tangisku, sakitku, keresahan dan segala kegelisahanku, tertumpah semua di bantal-kasur kamarku..
Tawa teman2ku, curhat sahabat2ku, cerminan centil masa puberku, tertinggal di kamar itu..

Semuanya..
11 tahun berkawan dgn kamar itu, bukan hal yg mudah untuk putuskan hubungan begitu saja.

I miss my room.. Really really miss it..


Jakarta, September 2010