Pagi itu aku terbangun dgn perasaan yg lain dari biasanya. Bahagia. Tralalalala :D
Aku tidak tahu atas apa yg terjadi pd diriku.
Di malam hari aku bermimpi melihat pelangi, indah banget :')
Ba'da subuh, langit seakan mengikuti suasana hatiku, semburat merah jambu temani pagiku :p
Setelah semuanya yg terjadi di bulan ini ; marah, ngambek, putus asa, malu, gengsi, galau.. lalu akhirnya berdamai dgn diri sendiri. Mencoba menerima semua yg ada.. dan tidak ada untukku..
And finaly... ada sesuatu yg 'nice' di penghujung bulan ini :p :p :p
I dont know what I'm feeling, but.. I think I miss him right now!
uuu uu uuu
:p
:D
:')
aku
01 May 2011
06 April 2011
Perpustakaan dan Teman Dekat
Well, ini sudah sekian kalinya aku mengetik sebuah tulisan, lalu kuhapus lagi. Tidak jd ku posting.
Semakin banyak aku membaca, semakin banyak ku tahu. Dan semakin tahu pula diriku bahwa aku tak tahu banyak.
hehe, bingung ya?
sama!
Siang ini aku ke perpustakaan lagi. Mengembalikan buku-buku yang kupinjam. Meminjam buku-buku.. semuanya normal. Biasa saja. Apa adanya. Pustakawan pun sudah terbiasa rasanya melihat pinjamanku yg banyak dan tebal-tebal. Dalam hati aku bersyukur. Untung aku punya kartu perpus! Untung aku mahasiswa -jd boleh pinjem buku-! untung aku punya teman yg nganterin aku ke perpustakaan.
Intinya aku mencintai perpustakaan dan aku senang punya teman dekat yg juga hobi membaca buku seperti Bani (temanku waktu SMA).
Jadinya aku bahagiaa la la la la la..
Yap!
Sekian.
Semakin banyak aku membaca, semakin banyak ku tahu. Dan semakin tahu pula diriku bahwa aku tak tahu banyak.
hehe, bingung ya?
sama!
Siang ini aku ke perpustakaan lagi. Mengembalikan buku-buku yang kupinjam. Meminjam buku-buku.. semuanya normal. Biasa saja. Apa adanya. Pustakawan pun sudah terbiasa rasanya melihat pinjamanku yg banyak dan tebal-tebal. Dalam hati aku bersyukur. Untung aku punya kartu perpus! Untung aku mahasiswa -jd boleh pinjem buku-! untung aku punya teman yg nganterin aku ke perpustakaan.
Intinya aku mencintai perpustakaan dan aku senang punya teman dekat yg juga hobi membaca buku seperti Bani (temanku waktu SMA).
Jadinya aku bahagiaa la la la la la..
Yap!
Sekian.
27 March 2011
Suara Hadroh dari AMMAS (Cipulir)
Malam itu aku sedang berleyeh-leyeh di atas tempat tidurku. Sejak sore sengaja tak keluar dari kamar kost. Malas.
Aku tidak membaca bahan ulangan untuk Uji Kompetensi besok. Tidak juga mempersiapkan diri untuk presentasi kelompokku.
Aku tenggelam dengan sebuah buku teks impor dari Amerika mengenai Sosiologi yg membumi, juga dengan buku tulisan orang Indonesia yang berkisah tentang Khadijah -cinta sejatinya Rasulullah Salallahu alaihi wassalam-
Keduanya menarik. Satu dari timur, satu lagi dari barat. Dua kebudayaan berbeda, kini ada di meja belajarku. Ya aku kini sedang haus ilmu pengetahuan.
Entah bagaimana dgn kabarnya teman2ku di cipulir sana.
Waktu menunjukan pukul setengah sepuluh malam. Aku terus membaca sambil sesekali melirik ponselku, barangkali ada sms. Kulirik sekali. . . tidak ada. Kulirik lagi. . . tidak ada. Kulirik lagi. . . tak ada tanda2 bahwa hp ku menerima sms.
Kupejamkan mata sebentar.. dan hp ku pun bergetar. Minta dilirik ia rupanya.. :)
Sms masuk.
Jemariku bergerak kilat menelpon orang yg mengsmsku. Terdengar suara gadis betawi yg sangat kukenal.. sahabatku, Siti Rahmah..
Ia berbicara singkat lalu sepertinya meletakkan hp nya di antara pemain hadroh. Ya, malam itu ada pengajian AMMAS di kediamannya.
Sesaat aku terpaku. Hatiku berdesir mendengar alunan shalawat Nabi diiringi tabuhan alat musik pukul rebana berdendang di telingaku. Indah sekali..
Suara bang Amar yang khas terlatih, meliuk-liuk indah mengikuti irama lagu yg dimainkan para penabuhnya. Shalawat serta puji-pujian kpd kanjeng Nabi dilantunkan jg oleh semua yang ada di majelis itu. Sungguh menyenangkan rasanya membayangkan diriku ada disitu, duduk berjejer bersama para sahabatku ; rahma, uci, vinna, hany, ari, devi, putri.. dan adik2 remaja putri lainnya.
Sebuah lagu selesai dan Rahma kembali mengambil alih hp nya. Dia bilang, ia sengaja meminta pada abangnya, agar tim hadroh mau memainkan sebuah lagu untuk kudengarkan dari sini. Kusampaikan terima kasih padanya, juga untuk tim hadroh Aktivis Remaja Masjid As-Salam yg sedikit mengobati rasa kangenku pd kampung halaman.
Cipulir.. adalah sebuah kampung di tengah kota.
Dan AMMAS.. adalah sekumpulan pemuda soleh&soleha yg ada di tengah ke-hedonisme-an kaum metropolis. :)
Wassalam.
Aku tidak membaca bahan ulangan untuk Uji Kompetensi besok. Tidak juga mempersiapkan diri untuk presentasi kelompokku.
Aku tenggelam dengan sebuah buku teks impor dari Amerika mengenai Sosiologi yg membumi, juga dengan buku tulisan orang Indonesia yang berkisah tentang Khadijah -cinta sejatinya Rasulullah Salallahu alaihi wassalam-
Keduanya menarik. Satu dari timur, satu lagi dari barat. Dua kebudayaan berbeda, kini ada di meja belajarku. Ya aku kini sedang haus ilmu pengetahuan.
Entah bagaimana dgn kabarnya teman2ku di cipulir sana.
Waktu menunjukan pukul setengah sepuluh malam. Aku terus membaca sambil sesekali melirik ponselku, barangkali ada sms. Kulirik sekali. . . tidak ada. Kulirik lagi. . . tidak ada. Kulirik lagi. . . tak ada tanda2 bahwa hp ku menerima sms.
Kupejamkan mata sebentar.. dan hp ku pun bergetar. Minta dilirik ia rupanya.. :)
Sms masuk.
Jemariku bergerak kilat menelpon orang yg mengsmsku. Terdengar suara gadis betawi yg sangat kukenal.. sahabatku, Siti Rahmah..
Ia berbicara singkat lalu sepertinya meletakkan hp nya di antara pemain hadroh. Ya, malam itu ada pengajian AMMAS di kediamannya.
Sesaat aku terpaku. Hatiku berdesir mendengar alunan shalawat Nabi diiringi tabuhan alat musik pukul rebana berdendang di telingaku. Indah sekali..
Suara bang Amar yang khas terlatih, meliuk-liuk indah mengikuti irama lagu yg dimainkan para penabuhnya. Shalawat serta puji-pujian kpd kanjeng Nabi dilantunkan jg oleh semua yang ada di majelis itu. Sungguh menyenangkan rasanya membayangkan diriku ada disitu, duduk berjejer bersama para sahabatku ; rahma, uci, vinna, hany, ari, devi, putri.. dan adik2 remaja putri lainnya.
Sebuah lagu selesai dan Rahma kembali mengambil alih hp nya. Dia bilang, ia sengaja meminta pada abangnya, agar tim hadroh mau memainkan sebuah lagu untuk kudengarkan dari sini. Kusampaikan terima kasih padanya, juga untuk tim hadroh Aktivis Remaja Masjid As-Salam yg sedikit mengobati rasa kangenku pd kampung halaman.
Cipulir.. adalah sebuah kampung di tengah kota.
Dan AMMAS.. adalah sekumpulan pemuda soleh&soleha yg ada di tengah ke-hedonisme-an kaum metropolis. :)
Wassalam.
14 March 2011
(mungkin) Ini puisi
Gelap sekali
Terangku habis, semangatku padam
Aku kelelahan, semangatku padam
Peluk aku..
Beri aku satu alasan untuk bertahan
Sayapku tak tertembak, tapi aku rapuh sekali
Peluk aku..
Beri aku bahumu untuk menangis
Aku mencintai kehidupan, tapi sepertinya kehidupan tidak mencintaiku
Aku mencintai kehidupan.. tapi.. sepertinya tidak hidup lebih baik
Peluk aku..
Beri aku waktumu untuk ceritakan semua kisahku
Terangku habis, semangatku padam
Aku kelelahan, semangatku padam
Peluk aku..
Beri aku satu alasan untuk bertahan
Sayapku tak tertembak, tapi aku rapuh sekali
Peluk aku..
Beri aku bahumu untuk menangis
Aku mencintai kehidupan, tapi sepertinya kehidupan tidak mencintaiku
Aku mencintai kehidupan.. tapi.. sepertinya tidak hidup lebih baik
Peluk aku..
Beri aku waktumu untuk ceritakan semua kisahku
Subscribe to:
Posts (Atom)