aku

07 January 2016

24

Aku 24.
Belum berani kirim naskah ke penerbit.
Belum bisa masak sayur asem, ikan teri digoreng, sama sambel bawang.
Belum nengokin anaknya Vinna, dan Rahma yang lagi hamil besar.
Dan skor toefl masih di bawah 500.

Aku 24.
10 tahun yang lalu udah punya geng namanya Ngok-ngok.
10 tahun yang lalu pernah ngefans sama kakak kelas yang jago basket.
10 tahun yang lalu udah berani nonton film '50 first dates'.
Dan udah mulai suka baca teenlit.

Aku 24.
Aku sedang bahagia.
Aku dikirimi Tuhan seseorang yang membuat aku tersenyum from ear to ear.
Tangannya menggenggamku. Hangat.
Senyumnya menempel di hatiku. Lekat.

Terima kasih Tuhan, kadonya indah betul.
Aku suka.
Aku peluk bahunya saat ia di dekatku.
Aku peluk bayangnya saat ia jauh.
Tuhan, aku sayang padanya, utuh.

09 October 2015

Sepakat

Kata anak-anak, kalau hujan mereka malas belajar. Karna selain membawa kantuk, ia juga membawa galau. Jadi kuputuskan saja hari itu aku tak mengajar. Aku hanya bercerita tentang buku dan film yang bagus-bagus.

Kami bersepakat bahwa Dia tanpa aku-nya Esti Kinasih itu novel terbagus pada masanya. Lalu sepakat bahwa film 50 shades of grey tidak lebih bagus daripada novelnya. Selalu begitu.

Lalu mereka bersepakat bahwa aku harus segera membaca Dilan 1 Dan Dilan 2. Dan mereka juga bersepakat akan menonton salah satu film romantis tentang sebuah "mimpi buruk" ; If Only.

Omong-omong soal mimpi, sebenarnya ada beberapa film yang mengesankan yang ternyata semua itu hanya mimpi. Kadang aku juga kepingin suatu hari nanti menulis cerita seru yang ujung-ujungnya ternyata hanya mimpi. Loh kok aku kasih tahu ending-nya yah? Jadi gak seru...

Iya. Tapi beneran deh kadang aku juga sering merasa udah nulis blog, tapi ternyata belum terposting. Ternyata itu cuma khayalan sebelum tidur dan terbawa sampai ke mimpi. Dan pas bangun ternyata semua itu hanya mimpi.

Kadang juga sampai mau nangis saat bangun tidur atau merasa bahagia seketika, ternyata cuma mimpi.

Kadang aku berada di bukit Teletubbies dan aku tersesat. Indah tapi aku ingin keluar, cari keramaian.
Kadang aku berlari di tepian sungai yang airnya mengalir jernih. Aliran sungainya berkelok indah diiringi pohon ek seperti di desa desa kecil Inggris, lalu aku terbangun dan hanya menemukan buku gambarku dengan sketsa ala anak SD yang tak seberapa indahnya.

Kadang aku bermimpi menggendong seorang bayi mungil dengan senyum yang lucu banget. Kadang juga aku bermimpi aku sedang berlari ke sekolah karna takut terlambat masuk kelas.

Namanya juga mimpi.

Tapi daritadi kok gak ada yang seru yah.

Yaudahlah, mari kita sepakat saja bahwa aku tak usah berniat menulis cerita tentang mimpi yang tak seru itu lagi.

Kita bersepakat saja bahwa kita harus membaca buku lebih banyak lagi. Harus menonton film lebih banyak lagi. Harus se-rapi Dee Lestari dalam menyusun kata. Harus seindah Tere Liye dalam menyusun kalimat. Dan harus secerdas Tetsuko Kuroyanagi dalam melukiskan karakter.

06 September 2015

Tentang Pist dan Sheila on 7

Kemarin, oh sekitar 2 atau 3 hari yang lalu, saya takjub melihat Pist (nama disamarkan) salah satu murid saya sedang bernyanyi lagu Dan milik Sheila on 7 dengan khitmadnya di dalam kelas. Wajahnya yang lucu dan tubuhnya yang gempal meliuk-liuk mengikuti gaya Duta Sheila on 7 saat di videoclip pertama band ikon 90an tersebut. Tidak usah ditanya, iya, Pist sama sekali tidak mirip. Tapi begitu menyenangkan rasanya ada murid yang menyukai lagu yang sama dengan lagu paporit saya. Eh favourite maksudnya. Apalagi saat ia mengetahui bahwa saya punya 8 album full Sheila on 7, mulut Pist membulat bagai perutnya yang juga bulat. Hehehe

Terus anak-anak yang lain jadi ikutan nanya, "berarti kakak hafal semua lagu Sheila on 7 dong?" wah saya jadi seneng ada yang nanyain begini. *lumayan penyegaran, daripada ditanyain soal perubahan sosial sama struktur sosial mulu*. Lah saya mah dari masih kecil juga udah dicekokin lagu beginian ama Encing Mail. Jadi bukan hafal lagi. Khatam. Well kali ini saya mau rekomendasi 17 lagu keren dari yang keren-keren yang pernah ada di albumnya Sheila on 7. Check this out!

1. Anugerah terindah yang pernah kumiliki
2. JAP
3. Dan
4. Perhatikan Rani (Waktu kelas 2 SD gue sampe minta potong rambut biar mirip dgn model cewek yang pakai bandana di videoclip ini)
5. Bila kau tak di sampingku
6. Mudah saja
7. Karna aku setia (ini lagu buat nanti kalau gue punya anak perempuan)
8. Hari bersamanya
9. Itu Aku
10. Pemuja Rahasia (don't say you didn't like rap music in this song! You must like it!)
11. Bapak-bapak
12. Khaylila's song 
13. Saat aku lanjut usia
14. Tunggu aku di Jakarta
15. Ibu Linda
16. Yang terlewatkan (buat gue ini videoclip terbagus dari semua videoclip Sheila on 7 yang emang bagus-bagus melulu)
17. Lihat, dengar, rasakan! (last, but not least.. lagu ini adalah doa untuk orang-orang yang gue sayang. Aih sedaap!)

Mudahkan hidupnya, hiasi dengan belai-Mu
Sucikan tangan-tangan yang memegang erat harta
Terangi harinya dengan lembut mentari-Mu
Buka genggaman yang telah menjadi hak mereka





11 July 2015

Beautiful mind

Halo, hai, bonjour, cava bien?
Sudah lama rupanya gue gak nulis hal-hal yang (GAK) penting disini. Iyah kangen yah, udah lama gak cerita cerita soal siapa gituh yang lagi ada di hati *deuileeeeh*

Malam ini lagi asik dengerin Gravity-nya John Mayer sambil nyengir-nyengir sendiri karena besok sudah mulai libur kerjaaa! Yeay! dan YEAY! yang kedua adalah karna ini bulan ramadhan sesungguhnya adalah bulannya silaturahmi, maka segala jenis teman dari berbagai ujung dunia ngajak ketemu-ketemu cantik untuk buka bareng! YESS!

Tadi mau cerita apa yah? ah iya, soal novel yang terakhir gue baca, dan menurut gue sudut pandangnya itu keren bangetttttttt sampe ingin rasanya membaca buku ini lagi sebagai orang yang belum pernah membacanya, or like you fallin in love with someone in the first sight, then you got him, and you fallin in love (again and again) with him in everyday. Sweet.  Judulnya ANTOLOGI RASA, karya Ika Natassa. Ah gila! gaya bahasanya dia gue suka banget!

Suka karena setelah membaca novel itu pikiran gue jadi terbuka. *iyah tadinya tertutup karna mikirin kamuuuuh* *apasih ul*. Bahwa segala rasa soal galau, baper, kepo, pengen tahu yang banget-banget tapi gak berani nanya orangnya langsung itu wajar loh. Manusia gak bakalan sepanjang hidupnya jadi orang baik, atau akan dianggap baik oleh semua orang. Gak akan sepanjang hidupnya terasa manis semanis sop buah langsat, atau akan dianggap hidupnya manis banget kalo dibandingin sama hidup orang lain. Dan satu lagi; gak akan selalu benar. Haha.

Maka ungkapan "Man to the left, because woman always right!" itu harus direvisi menjadi "Man is Mr. Right and Woman is Ms. Always right." eh sama aja yah? hehehehe

Bukan gituh, maksud gue setelah membaca buku ini standar -manusia sempurna untuk bikin kita bahagia- versi gue jadi berubah. Bahwa gakpapa kalo kita merasa melakukan kesalahan, atau punya perasaan yang salah. Dan bahwa orang lain mungkin akan melakukan hal yang sama atas kesalahan yang kita lakukan. Karna kuncinya bukan cuma ada di hati, tapi juga ada di pikiran. Eh gimana?

Well, let me explain it!
Kita boleh banget loh dikit-dikit ngikutin perasaan. Senang, sedih, galau, nunggu kepastian, benci dll yang munculnya dari hati.. kan gak mungkin dipendem gitu ajah, emangnya harta karun? maka wajar kadang kita butuh teman untuk curhat, atau butuh sedikit kuota internet untuk update status galau. Namun akan BOLEH BANGET juga ketika kita gak sibuk sendiri dengan apa yang kita rasakan, yang kadang hanya asumsi kita belaka, yang kadang sebenernya orang lain gak bermaksud gituh ke kita. That's why we need try to ask, before assume! Nah disinilah pikiran kita diperlukan untuk lebih tajam melihat keadaan yang sebenarnya, jangan hanya menuntut orang lain agar lebih peka aja terhadap perasaan yang kita punya. Kita sendiri loh yang punya kekuatan pikiran itu. Jadi mulai sekarang, mari kita senyum bukan hanya dari hati saja, tapi juga dari pikiran yang indah. Segalanya akan baik-baik saja, bahwa  sesudah kesulitan selalu ada kemudahan, dan ketika satu pintu tertutup, maka sebenarnya ada pintu-pintu lain yang akan terbuka.

Jadi, mari kita lanjut mendengarkan John Mayer yang bergumam lirih..

"Oh I'll never know what makes this man
With all the love that his heart can stand

Dream of ways to throw it all away"